Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Ingat Batas Olahraga!
Pandangan bahwa berolahraga itu menyehatkan sudah tak asing lagi. Terbukti, ketika seseorang mengalami beberapa masalah kesehatan, orang lain kebanyakan merekomendasikan untuk "rutin berolahraga".
Manfaat olahraga bagi kesehatan memang telah dirasakan oleh sekian banyak penduduk dunia. Hal ini biasanya menjadi pemicu bagi orang disekitarnya untuk berolahraga seperti mereka.
Masalah yang sebenarnya dimulai... banyak orang ingin mendapatkan manfaat kesehatan itu dengan cepat dan instan. Mereka menghabiskan waktu dengan berolahraga dengan kadar BERAT di hari - hari pertama mereka. Contohnya, lari keliling lapangan 20 kali di hari pertama berolahraga. Tentu, ini menjadi bibit dari suatu permasalahan yang baru!
Jika tubuh dipaksakan, otomatis organ - organ tubuh akan bekerja lebih keras dengan tiba - tiba. Hal ini dapat mengganggu kesehatan kita, bahkan jika tak beruntung, nyawa kita bisa menjadi taruhannya.
Tubuh kita memerlukan beberapa waktu untuk beradaptasi. Agar aman, kita dapat melakukan olahraga dalam kadar ringan, yang tentunya sesuai dengan kekuatan dan kondisi fisik masing - masing. Secara bertahap, tambah tingkat kesulitannya sedikit demi sedikit. Tentunya, ini pun juga harus dilakukan secara rutin dan teratur. Biasanya, seseorang dianjurkan untuk berolahraga paling tidak 3 atau 4 hari dalam seminggu.
Tag :
Kesehatan,
Musik Itu Menyehatkan!
Musik dapat kamu jumpai setiap hari, lho! Mulai dari lingkungan rumah, sekolah, tempat kerja, dan masih banyak lagi. Musik sangat dinikmati oleh semua orang.
Menurut beberapa penelitian, musik ternyata juga berdampak terhadap kesehatan fisik dan mental :D Kabar baik, tuh. Musik bisa memengaruhi emosi dan pikiran kita sehingga menjadi lebih baik. Tapi, tentu perlu diperhatikan tema lagu - lagu tersebut. Misalnya, jika kamu ingin mengontrol nafsu makan, disarankan pilih musik yang menenangkan. Kalau pilih musik yang gembira dan ceria, malah akan membuat kamu semakin banyak mengonsumsi makanan, dan ini terjadi secara alamiah bagi kebanyakan orang.
Mendengarkan musik juga sangat baik ketika kamu sedang berolahraga, contoh paling sederhana, saat jogging. Olahraga memang dikenal luas sebagai aktivitas yang menyehatkan. Namun, musik juga memberikan efek yang baik, termasuk untuk jantung. Jadi, jika kamu berolahraga sambil mendengarkan musik... paling tidak, efek baiknya jadi 2 kali lipat.
Mendengarkan musik juga baik bagi ibu hamil, karena ketika diperdengarkan musik (musik yang tenang) bisa bermanfaat bagi kecerdasan janin.
Pertanyaannya, apa musik yang paling baik untuk didengar?
Musik favoritmu. Kalau kamu suka musiknya, otomatis perasaan jadi gembira dan senang. Dan hal ini pastinya memengaruhi kesehatan juga :D
Nah, selamat berpetualang dengan musik!
Dari berbagai sumber
Menurut beberapa penelitian, musik ternyata juga berdampak terhadap kesehatan fisik dan mental :D Kabar baik, tuh. Musik bisa memengaruhi emosi dan pikiran kita sehingga menjadi lebih baik. Tapi, tentu perlu diperhatikan tema lagu - lagu tersebut. Misalnya, jika kamu ingin mengontrol nafsu makan, disarankan pilih musik yang menenangkan. Kalau pilih musik yang gembira dan ceria, malah akan membuat kamu semakin banyak mengonsumsi makanan, dan ini terjadi secara alamiah bagi kebanyakan orang.
Mendengarkan musik juga sangat baik ketika kamu sedang berolahraga, contoh paling sederhana, saat jogging. Olahraga memang dikenal luas sebagai aktivitas yang menyehatkan. Namun, musik juga memberikan efek yang baik, termasuk untuk jantung. Jadi, jika kamu berolahraga sambil mendengarkan musik... paling tidak, efek baiknya jadi 2 kali lipat.
Mendengarkan musik juga baik bagi ibu hamil, karena ketika diperdengarkan musik (musik yang tenang) bisa bermanfaat bagi kecerdasan janin.
Pertanyaannya, apa musik yang paling baik untuk didengar?
Musik favoritmu. Kalau kamu suka musiknya, otomatis perasaan jadi gembira dan senang. Dan hal ini pastinya memengaruhi kesehatan juga :D
Nah, selamat berpetualang dengan musik!
Dari berbagai sumber
Tag :
Kesehatan,
Mendengarkan Musik dengan Earphone Berlebihan Menyebabkan Ketulian
Siapa yang nggak suka musik? Baik dari anak - anak, remaja, dewasa, bahkan lansia sekalipun senang dengan musik. Musik memilikki beragam genre, diantaranya jazz, classic, rock, country, dan masih banyak lagi. Selain itu, musik pun juga bisa memberikan pengaruh yang baik dalam kehidupan sehari - hari kita, misalnya kesehatan.
Bahkan orang yang hobi dengan kegiatan yang satu ini, biasanya akan menggunakan alat - alat seperti earphone, headset, dan lain sebagainya. Hal ini bisa disebabkan karena jika mendengarkan musik dari jauh (untuk hal ini khususnya HP), ada beberapa nada dan efek musik yang nggak kedengaran ataupun kurang bagus (dan yang pastinya, kurang sesuai selera). Tak terkecuali, jika ingin mendengarkan musik ketika semua orang sudah tidur. Biar tidak terganggu... langsung pakai deh yang namanya earphone, headset, atau alat lainnya.
Walaupun itu semua sangat mengasyikkan, dianjurkan tidak melakukannya sering - sering! Apalagi kalau kalian terbiasa mendengarkan dengan volume besar.
Kalau mendengarkan musik lewat kejauhan (dan tentunya dalam volume dan jarak yang aman), hal itu masih bisa "ditoleransi" oleh telinga kita. Earphone atau headset, dipakai di dekat telinga kita. Otomatis semakin dekat sumber suara, makin besar suara yang didengar. Ini juga berlaku pada alat - alat tersebut. Kalau volume musik kita besarkan, maka risiko terjadinya ketulian akan semakin besar pula. Mungkin pada awalnya, kita senang mendengarkan musik dengan efek yang top, namun pada akhirnya kalau terjadi ketulian, malah kita tidak akan bisa mendengarkan musik, bahkan mendengarkan suara orang. Rugi kan?
Bahkan yang tak kalah mengerikannya, gelombang elektromagnetik yang dihasilkan dari earphone atau headset bisa berpengaruh buruk pada otak, dan kemungkinan terburuk bisa saja terjadi, yaitu kerusakan otak!
Terus, bagaimana caranya agar kita bisa mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat kebiasaan ini?
Caranya tidak serumit rumus tingkat tinggi. Kalau kalian memilikki kemauan yang kuat untuk bisa mengontrolnya, niscaya pasti bisa kok. Ini dia caranya :
1. Gunakan earphone atau headset dalam jangka waktu yang normal.
2. Atur tingkat volume musik yang wajar. Yang dimaksudkan adalah, volume musik yang tidak terlalu keras. Disarankan tidak mendengarkan musik diatas 100 desibel. Tapi, batas - batas yang teringan yaitu antara 25 - 40 desibel.
3. Sangat diajurkan untuk mendengarkan musik dengan lingkungan yang tenang. Jika kita mendengarkan musik di lingkungan yang ramai atau bising, pastilah musik yang kita dengar jadi kurang jelas. Jika ini sudah terjadi, kebanyakan orang cenderung akan memperbesar tingkat volume musik. Jelas, ini sangat berbahaya.
4. Dianjurkan untuk tidak menempelkan earphone atau headset terlalu rapat, karena bisa menambah beban pada telinga dan ini mengakibatkan telinga menjadi sakit serta kepala pusing.
5. Setelah mendengarkan musik dengan perangkat - perangkat suara, istirahatkan telinga, minimal setengah sampai 1 jam. Ini akan membantu telinga agar rileks setelah mengalami ketegangan ketika mendengarkan musik tadi.
Memang, di sekitar kita, pastilah akan ada suara, bahkan suara yang berat sekalipun, seperti alat pengeras suara yang mengeluarkan bunyi bising, bunyi pesawat terbang, dan lain - lain. Memang kita tidak bisa terhindar dari dampak - dampak yang dihasilkan tersebut, namun kita bisa mengecilkan risiko terkena dampak tersebut.
Zaman sekarang, pastilah sudah ada teknologi - teknologi canggih yang up to date, diantaranya untuk kesehatan, khususnya pengobatan. Dua hal ini memang sama - sama menguntungkan, namun pada saat - saat tertentu, mencegah lebih baik daripada mengobati. Setuju?
Dari berbagai sumber
Tag :
Kesehatan,
Dampak Negatif Memakai Alas Kaki Datar (Sandal Jepit)
Siapa sih, yang nggak nyaman kalau pakai sandal jepit? Apalagi kalau lagi santai - santai, atau lagi hangout sama temen. Zaman sekarang, sandal jepit sudah punya banyak banget warna, desain, sampai ke hiasan - hiasannya.
Tapi, pemakaian sandal jepit juga ada batasnya, lho! Siapa sangka dibalik nyamannya pemakaian sandal, eh... ada juga efek negatifnya.
Ketika sandal jepit dipakai, ibu jari kita yang menjepit bagian depan dari sandal jepit. Tau kan, bagian itu memisahkan ibu jari dengan jari yang lain. Jika digunakan dalam jangka waktu yang lama, maka ini dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada otot tendon, yaitu tendinitis. Hal ini bisa berakibat pada rasa nyeri, serta selaput otot tendon kita sobek. Dan... ibu jari kita bisa bengkok (hammer toes). Kalau admin perhatikan, ibu jari admin juga bengkok sedikit... >_<
Sandal jepit juga bisa mengubah cara berjalan seseorang. Jadi, ketika kita mengambil langkah, tekanan yang kita berikan lebih besar di bagian luar kaki dibandingkan dengan tumit. Hal ini dapat berlangsung lama, lho.
Selain itu, pemakaian sandal jepit bisa mengakibatkan nyeri pada beberapa bagian kaki, lutut, serta punggung, lecet dan kapalan. Apakah kalian tahu? Sandal jepit bisa menjadi sarang bakteri, termasuk bakteri yang berbahaya sekalipun. Contohnya, bakteri staphylococcus aureus. Berdasarkan penelitian, bakteri ini juga dapat mengancam nyawa! Kalau mau pakai sandal jepit, harus terus pantau kebersihannya ya...
Terus... bingung memilih mana yang baik bagi kita? Pertama, bahan alas kaki atau sandal jepit yang dipakai lebih baik berasal dari kulit atau karet. Kedua, pilih yang haknya tak terlalu tinggi, berkisar antara 3 - 5 cm.
Dan terakhir, namun tak kalah penting... pilih yang seimbang. Maksudnya, tidak terlalu tipis ataupun tebal.
Oke, sekian dulu post kali ini... Enjoy the info!
Dari berbagai sumber
Tag :
Kesehatan,
Mengapa Baju Bedah Berwarna Hijau?
Di rumah sakit, kita biasanya melihat para dokter menggunakan baju atau jas putih. Begitu juga ketika saya sedang sakit. Saya juga selalu menemukan ciri - ciri tersebut.
Tapi, jika akan melakukan suatu operasi (pembedahan), para dokter selalu berganti baju menjadi warna hijau. Saya sempat berpikir, "Kenapa nggak langsung operasi saja?"
Pada umumnya, warna hijau adalah lawan dari warna merah. Walaupun begitu, banyak yang tidak tahu kenapa baju untuk bedah itu berwarna hijau. Menurut saya, melihat warna hijau itu rasanya segar, apalagi sesudah main komputer. Hal ini pun juga berlaku ketika melakukan pembedahan, warna hijau menyegarkan mata ahli bedah untuk melihat bagian dalam (organ) tubuh yang hampir semuanya merah... termasuk darah juga.
Ternyata fokus terus - menerus dalam melihat warna merah akan mengurangi sensitivitas terhadap warna merah. Ahli bedah pun merasa terganggu tumpuan dan penglihatanya ketika melakukan pembedahan.
Nah, jadi inilah alasanya, mengapa baju yang dipakar oleh para dokter atau ahli bedah berwarna hijau... Hehehe, saya kira, baju bedah ada banyak macam warnanya :P Anyway, enjoy!
Dari berbagai sumber
Tag :
Kesehatan,
Bahaya Menahan Bersin
Biasanya, kalau lagi rapat nih... mau bersin, tapi takut mengganggu. Malu diketawain orang (ada lho), malu nanti ingusnya keluar... dan sebagainya. Ditahan aja deh...
Tapi, lebih baik jangan. Menahan bersin ternyata bahayanya serius.
Ketika kita bersin, pasti mengalami doronan yang kuat dan cepat. Nah, kecepatan bersin itu sekitar 161 km/jam. Bisa membayangkan betapa cepatnya? Kalau kita menahan bersin, kemungkinan bisa menyebabkan dampak yang serius. Mulai dari mimisan, vertigo, pecahnya gendang telinga, emfisema, dan sebagainya.
Emfisema yaitu keadaan dimana retina terlepas akibat dari menahan bersin tadi. Ini bisa meyebabkan kurangnya pasokan udara dalam paru - paru. Tak hanya sampai di situ, emfisema bisa menyebabkan kematian. Harus waspada, nih!
Bersin mengeluarkan bakteri dari dalam saluran pernapasan, sehingga otomatis, bersin itu bermanfaat bagi kita. Hanya, jika mau bersin, tolong... tutupi dengan tangan, tisu atau sapu tangan. Bisa - bisa, kita jadi penyebab menyebarnya virus - virus ke orang - orang di sekitar kita, yang nantinya jadi penyakit.
Semoga bermanfaat :D
Dari berbagai sumber
Tag :
Kesehatan,
Memencet Jerawat Itu Ternyata Tidak Baik
Pada umumnya, jerawat yang muncul itu disebabkan oleh hormon. Tapi, ketika kita sudah melihat jerawat, terutama bagi kaum hawa... Rasa gemas, ingin memencet jerawat muncul sudah... Saya sendiri juga seperti itu.
Tapi apakah benar, memencet jerawat itu baik bagi kita?
Setelah kita memencet jerawat, biasanya akan meninggalkan bekas luka pada daerah tersebut. Jerawat yang sudah terbuka itu, rawan terhadap bakteri, terutama jika kita memencet jerawat dengan tangan yang kotor. Ini bisa menyebabkan infeksi dan kulit wajah pun tidak mulus lagi.
Mau percaya atau tidak, kebiasaan ini dapat menyebabkan kematian. Terdapat segitiga kematian pada wajah kita, tepatnya di sekitar hidung, mata dan mulut. Ini disebabkan karena adanya banyak saraf - saraf penting pada daerah tersebut. Tapi, ini bukan berarti daerah lainnya aman - aman saja, lho... Daerah lainnya juga memiliki pembuluh darah yang tak kalah penting.
Segitiga Kematian pada Wajah
Good luck!
Dari berbagai sumber
Tag :
Kesehatan,
Minum Terlalu Banyak Air Bisa Membahayakan
Kata orang - orang, kita perlu minum 8 gelas air putih untuk mencegah dehidrasi... Betul, betul, betul. TAPI, apa kalian tahu, bahayanya kalau minum terlalu banyak air?
Ketika kita sedang lagi haus - hausnya, kita pasti bakalan minum air yang banyak... Tapi jangan terlalu banyak. Ini menjadi pemicu meningkatnya tekanan darah yang nantinya akan menuju ke ginjal. Ginjal bisa rusak karena volume air yang harus disaring di glomerulus.
Selain itu, hal ini menyebabkan darah kekurangan natrium sehingga sel - sel membengkak, dan dapat menyebabkan kondisi yang parah, terutama di otak, sehingga dapat menimbulkan kematian. Wah, serem juga, ya?
Saran saya : Tetap minum 8 gelas air putih per hari untuk mencegah dehidrasi. TAPI JANGAN BERLEBIHAN. Segala sesuatu yang berlebihan pun ternyata tidak baik untuk kita.
Dari berbagai sumber
Tag :
Kesehatan,







